Angan-angan koe
untuk negeriku yang sangat kucintaPertama Kali Kerja
Ini adalah kenangan masa lalu dimana saya harus menangani PMC Zone 1Sumatera Area. PMC adalah Programe Management Consultancy for Repelita IV.
Telepon belum seperti sekarang, dimana banyak orang bisa punya telpon sampai lebih dari satu. Padahal banyak sekali orang yang ingin punya telpon dirumahnya.
Masalah yang dihadapi adalah terbatasnya jumlah sst yang ada pada tiap-tiap kota yang ada di Indonesia. Terkadang Sentralnya punya cadangan yang besar tapi kabel primer, sekunder dan tersiernya nggak ada. Kadang keduanya ada tapi junctionnya nggak ada, atau transmisinya yang nggak ada. Kadang semuanya sudah tersedia tapi rauangannya yang nggak ada atau back up dayanya yang nggak ada. .
Kalaupun semua ada masih juga ada masalah seperti terjadinya ‘cross talk’.
Sebagaimana kita ketahui bahwa ada banyak bentuk ‘man hole’ sebagai ruang kontral dan penyambungan kabel yang digelar lewat cable duct. Man hole bisa berbentuk I, L atau T. Penempatan man hole ini sesuai dengan kebutuhannya dan harus dilihat darimana sentralnya dan akan didistribusikan ke mana kabel-kebel itu.
Yang terjadi dilapangan dan sesuai design yang dibuat orang kita malah kalau ada pertigaan dipasang bentuk T kalau ada tikungan dipasang bentuk L atau malah terbolak balik seenak udelnya tanpa melihat arah sentral. Ya terang aja pemasangan kabel di dalam man hole jadi nggak karu-karuan dan ini mengakibatkan cross talk yang tinggi
Lha wong gini aja kok ya harus panggil NTT & NTC
Suatu ketika disuatu desa di Sumatera, penduduknya sangat riang akan ada penambahan 1500 sst. Telpon yang ada didesa itu jumlahnya 2.500 sst. Banyak orang mendaftarkan disiri untuk bisa dapat telpon.
sayang seribu kali sayang, 1500 sst yang dipasang adalah jenis digital melalui STDI(Sentral Telpon Digital Indonesia) padahal yang 2.500 yang ada masih pakai sistem engkol (analog) dan ini mustahil bisa digabung alias dari yang 2.500 malah kuarang 1000 sst…. cilaka
Banyak lagi yang membuat saya malu ati sama si Jepangnya
Rasanya sih, kita harus mulai dari hal yang sesederhana mungkin untuk menyelesaikan carut marut negeri kita ….
No comments yet »
Your comment
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
