inicio mail me! sindicaci;ón

Angan-angan koe

untuk negeriku yang sangat kucinta

Rest Area di Eropa

Suatu hari ditahun 1995 saya berkesempatan keliling Eropa. Sengaja saya pilih biro perjalanan dari Inggris Insight, dengan harapan  seperti apa kiranya orang-orang bule ini melakukan perjalanan.  Perjalanan dimulai dari London-France-Belgium-Holland-Germany-Austria-Italy-Switzerland-France-London.

Perjalanan ini menggunakan bus dan hanya dilakukan pada siang hari. Dibeberapa tempat dikombinasikan dengan kapal.  Perjalanan melalui jalan bebas hambatan, hanya saja nggak bayar. Setiap dua jam sekali pasti bus berhenti ditempat peristirahatan. Ini berbeda dengan di Indonesia dimana bus bisa jalan semalam suntuk tanpa henti. Jadi saya tanya sama pak supir : ‘Ngapain sih berhenti melulu” dan jawabnya diluar dugaan saya “Kalau lebih dari dua jam itu nggak sehat untuk saya dan juga untuk keluargamu. Kita perlu beristirahat, minum, buang air supaya segar kembali”

Suatu saat ditempat pemberhentian, anak saya sedang tertidur. Jadi istri saya nunggu anak ini sampai terbangun sendiri, sementara saya cepat-cepat turun untuk merokok di halaman. Nggak berapa lama istri saya terlihat ketuk-ketuk kaca karena bus terkunci. Saya hampiri supir dan bilang istri saya mau turun, anak saya sudah bangun. Jawabnya :”Saya tahu, dan biarkan saya minum dulu”. Rupanya untuk menjagha keamanan barang-barang penumpang lainnya termasuk pencurian sesama penumpang bus, maka bus sengaja di kunci. Ini berbeda dengan bus di Indonesia dimana pedagang bisa bebas naik ke kabin :-)

Sungguh dalam perjalanan ini kami nggak dikasih kesempatan belanja. Satu-satunya kesempatan belanjad di Paris yakni satu hari sebelum tour berakhir. Kami diberi waktu cukup di Paris dan dikasih tahu perjalanan pakai kereta bawah tanah.  Ketika kami coba naik kereta bawah tanah, padahal kondisi kosong, istri saya sempat berebut tempat duduk dengan gadis-gadis dari cheko. Herannya  sesaat sebelum kereta jalan, mereka berhamburan keluar. Ternyata dompet istri saya sudah berpindah tangan.

Kemudian kami cerita pada teman-teman tour kejadian ini, dan bule2 itu terheran-heran ketika tahu saya bawa uang cash 2.000 US$. Ngapain bawa uang cash ? Memang sih kalau dikurskan sekarang bawa uang hampir 20.000.000 rupiah di dompet, memang kurang kerjaan, walau saat itu hanya sekitar 4.000.000 saja… ya masih banyak juga ya :-)

 

& Komentar »

  andi hakim wrote @ Oktober 16th, 2008 at 16:38

ga enak juga naek bus di luar negeri. Orang mo keluar aja pake harus nunggu minum.

Di Indonesia naik-turun bus bisa dimana saja. Pedagang asongan jual makanan di dalam bus, manfaatnya sangat terasa bagi penumpang yang tidak ingin keluar atau udzur.

Heran juga saya kenapa bule2 itu heran liat istri anda bawa uang cash 2000 dollars US. Padahal di kita uang cash dan receh banyak manfaatnya, salah satunya sedekah buat kaum dhuafa.

  alex wrote @ Februari 8th, 2009 at 20:13

Asyik juga yah, meskipun lebih lama tetapi perjalanan naik bus lebih bisa dinikmati, tertib dan memperhatikan segala aspek termasuk kesehatan penumpang dan sopir. Ini berarti memperlakukan manusia sebagaimana layaknya, gak seperti supir bus di sini yang diperlakukan ibarat kuda beban, gak sempat istirahat karena kejar setoran.
Emang bener uang kas bermanfaat buat sedekah, tapi tepat sasaran atau tidak? Daripada dihambur-hamburkan di jalan untuk orang yang (berpura-pura) membutuhkan, lebih baik dikelola lewat lembaga-lembaga sosial terpercaya sehingga dana itu bisa lebih efektif digunakan untuk membina pengemis dan anak jalanan supaya taraf hidupnya semakin baik dan gak berkeliaran di jalan…everyone’s happy. Patut dicontoh.

  dibjo wrote @ April 11th, 2009 at 17:07

memang sangat jauh kalau kita bandingin ketertiban dan kedisiplinan di negara kita dan eropa.disana mau buang sampah sembarangan malu sendiri, mau bayar dikasir antri dg sendirinya,trem di jalan kota tidak tabrakan dg kendaraan lain,beli rokok,minuman tinggal masukin coin ngga ada yg nunggu,etc…..etc…..kapan ya ketertiban dan kedisiplinan ditempat kita seperti itu ???????

Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>