Angan-angan koe
untuk negeriku yang sangat kucintaBudaya Jepang
Setelah lulus dari ITB, saya langsung bekerja dengan NTT dan NTC menangani Programe Management Consultantcy atau PMC. Disini saya berpartner dengan Maehero San, dan di kantor Pusat di Bandung ada atasan Maehero yakni Ishiguro San. Saya bertugas di Zone 1 yang meliputi seluruh area Sumatera dan berkantor di Medan.
Selesai proyek, saya diundang Ishiguro san untuk makan malam dan hanya berdua saja sebab Maehero sudah pulang ke Jepang. Dalam makan mala itu saya dapat nasehat dari Ishiguro yang membuat saya kecewa saat itu
“Rachmad san, kamu kerja sudah bagus ne, tapi masih kurang. Kamu kerja jam 8.00 sampai jam 5.00 sore, itu belum kerja. Kerja baru bisa dilakukan dari jam 5.00 sore sampai jam 10.00 malam. Siang hari waktumu habis untuk rapat dan kemacertan di jalan. Jadi kamu baiknya kerja jam 5.00 sampai jam 10.00 malam waktu orang sudah pada pulang kantor”
Serta merta saya tolak, lha wong aku ini pengantin baru kok disuruh pulang malam.
Sekarang saya sudah terbiasa pulang malam, selain untuk menghindari kemacetan juga untuk mengerjakan hal-hal yang belum sempat saya sentuh siang harinya. Atau sekedar menulis di milis
Dan saya baru tahu, bahwa pulang sore itu tabu bagi orang Jepang
Pulang sore memperlihatkan bahwa orang tersebut ‘no job’ dan juga nggak punya pergaulan di kantor. Jadi pulang sore akan jadi sorotan tetangga dan ini memalukan. Untuk mengatasinya biasanya mereka ke karaoke atau ke club malam dan pulangnya sudah cukup pantas yakni malam
& Komentar »
good…..
goes to japan…
owh,,,gtu?
Your comment
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>