Angan-angan koe
untuk negeriku yang sangat kucintaMembantu Si Miskin
Saya punya langganan tukang loak, dia sering datang cari aki bekaslah, ban bekaslah dsbnya. Ini biasanya bermasalah dengan pembantu yang inginnya itu di jual buat uang tambahan pembantu saya
Sering kali saya hanya berikan saja kalau lagi langsung bertemu dan bercerita kampung halamannya di Rangkasdengklok. Si mPoer ini suatu ketika nikahkan anaknya di kampung, kami berombongan datang kekampungnya bersama anak dan ponakan dengan menggunakan beberapa mobil. Betapa senang hatinya terpancar dari sikapnya yang tak dapat disembunyikan.
Lama setelah itu dia nggak pernah lagi muncul di rumah saya. Beberapa tahun kemudian dia datang mau pinjam uang buat tanam padi di sawahnya. Saya janjikan hari sabtu kamu datang pagi. Ketika ia datang, saya bilang ini untuk sawahmu bukan pinjam tapi saya berikan untuk kamu nyawah. Dri sorot matanya saya melihat bahwa rasa senangnya sama dengan rasa senang saya ketika anak saya keterima di ITB
Cerita lain tentang pembantu yang sudah saya anggap bukan lagi pembantu karena sudah sangat lama ikut kami. Kemudian beberapa bulan yang lalu anaknya sudah lulus SMP di daerahnya (ikut nenek) dan mau jadi pembantu di Jakarta. Saya lihat anaknya cukup rajin dan saya bilang kamu cari sekolah dekat sini, sekolah kejuruan sampai lulus saya yang biayai. Dari sorot matanya rasanya juga sama seperti rasa suka cita saya ketika anak saya keterima di ITB
Ada banyak cara untuk membuat orang lain bahagia dan berdaya… bukan memberikan pengharapan hidup di area berbahaya seperti simpang lalu lintas yang terkadang anak itu karena kecil tak terlihat dari dalam mobil…. sangat berbahaya belas kasihan anda
No comments yet »
Your comment
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>