inicio mail me! sindicaci;ón

Angan-angan koe

untuk negeriku yang sangat kucinta

Perkebunan Teh Malabar (Boscha)

Suatu hari saya jalan-jalan ke Pangalengan, sekedar mengingat ulang peristiwa MPAB ( Masa Penerimaan Anggota Baru) Himpunan Mahasiswa Sipil.  Pada pagi hari sebelum jam 7 pagi, saya berjalan-jalan didalam perkebunan teh Malabar yang begitu indah. Ditengah udara yang sejuk, bertebaran sinar matahari yang membuat warna-warna alam menjadi sangat indah untuk dinikmati.

Saya tertarik dengan hutan kecil yang ada ditengah perkebunan teh tersebut.  Dengan tidak sabar saya lompati pagar pembatasnya … sementara kuyi istri saya nunggu diluar pagar dan ternyata ini adalah makam Boscha. Boscha sendiri banyak menymbang untuk pembangunan kota Bandung. Gedung Sate, Gedung Asia Afrika bahkan ITB juga sumbangannya, ini kalau saya nggak salah ingat, karena segala sumbangan Boscha ada di prasastinya.

Tidak berapa lama datang seorang juru kunci yang membuka pintu pagar. Dengan agak salah tingkah saya minta maaf pada si juru kunci. Namun justru si juru kunci yang minta maaf karena ia terlambat datang, ada saudaranya yang meninggal dunia di Cianjur begitu ceritanya.

Setelah suasana agak enak untuk bercerita, maka dapatlah saya cerita ini.

“Den, Boscha itu orang Jerman. Semasa hidupnya ia adalah orang yang mengembangkan perkebunan teh ini. Beliau selalu inspeksi dengan naik kuda ditemani seekor anjing gembala warna putih. Sekitar tahun 1927, saat inspeksi, kudanya jatuh terpeleset dan menimpa Boscha, sejak saat itu ia jatuh sakit dan lumpuh, tak lama kemudia meninggal dunia dan dimakamkan disini”

“Beliau berpesan bahwa jika ajal menjemput, ingin dimakamkan disini, padahal pemerintah bersedia membawa jasadnya ke Jerman, den” 

“Kalau ada masalah dikebun teh ini, misalnya ada pucuk-pucuk teh yang layu, Boscha masih sering datang pakai kuda dan sama anjingnya untuk ngasih tahu cara penangannanya” Selanjutnya adalah cerita-cerita mistis yang enak didengarkan di kesejukan perkebunan teh Malabar.

Demikian kehidupan Boscha yang didedikasikan untuk membangun perkebunan teh Malabar sangat melekat dihati rakyat hingga saat ini. Siapa pemimpin kita yang juga mnemiliki bekas mendalam dihati rakyatnya ?

& Komentar »

  kuni qurochan wrote @ Desember 29th, 2008 at 13:59

sangat terasa anda menuturkan pengalaman anda………….

pangalengan memang indah……..
my sweet home……

masalah boscha……..no comment………

  Irpan wrote @ April 26th, 2009 at 13:11

Memang benar perkebunan teh malabar sangat indah dan saya rindu sekali ingin pulang ke kampung halaman bapak saya dan perkebunan teh malabar menjadi inspirasi bagi saya dan disana juga terdapat banyak pemandangan yang indah aku sangat menyukai pemandangan perkebunan teh malabar dan bapaku juga mengenal juru kunci makam boscha sekian dulu comment dari saya

Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>