Angan-angan koe
untuk negeriku yang sangat kucintaSinabang-Singkil-Medan-Jakarta (3)
Sebetulnya diatas kapal sudah banyak yang menawarkan transportasi ke Medan. Awak Kapal maupun penumpang sendiri menawarkan agar mobil yang disewa segera terisi penuh dan mobil bisa langsung berangkat ke Medan. Ketika saya ditawari ini, saya katakan bahwa kami sudah sewa mobil sendiri, memang hal ini saya kontak rekan dari Medan untuk menyiapkan mobil sewaan di Singkil.
Harga satu mobil itu sekali jalan 600.000 rupiah, maka jika terisi penuh dapat langsung jalan. Sementara untuk tidak ambil resiko saya sewa aja satu mobil toh di tambah ongkos ferry masih lebih murah daripada naik Riau Air yang gagal berangkat
Ternyata baik yang penumpangnya sudah komplit maupun yang sewa mobil sendiri, semua di pool dulu di kota Singkil. Banyak penumpang yang menggerutu karena ingin segera sampai.

Didepan masjid Singkil inilah kami di pool. Mereka mengatur dan memastikan para pebnumpang yang akan berangkat. Siapa yang sudah bayar diatas kapal dan siap yang belum. Karena saya memang belum bayar apa-apa maka saya dipersilahkan naik mobil dan berangkat ke Medan lebih dulu.
Karena mobil hanya berisi dua orang, maka saya ajak pak Emil Taher dan pak Ichsan untuk turut serta di Kijang kapsul yang saya sewa. ‘Sudah biar saja uangmu, toh kamu geratis naik ini’ kata ku.
Sebetulnya saya lebih senang naik mobil dengan teman orang daerah, karena mereka hapal tempat-tempat yang layak dikunjungi dan butuh waktu berapa lama lagi untuk mencapai tempat dimaksud. Maka pertama kita sarapan sekitar jam 9.00 di kota Sabussalam. Ini adalah kota pertigaan antara jalan negara Sidikalang-Tapak Tuan dan jalan yang mentok menuju kota Singkil. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam sampai di kota ini.
Maka dipilihlah tempat yang lumayan, mobil berbelok ke arah Tapak Tuan menuju kota. Ketika saya pesan Es Kopi, maka disajikanlah Kopi Panas dan sepiring es batu. Sebetulnya Emil sudah menjelaskan pada saya bahwa sebutan es kopi itu salah, sebut aja Kopi Dingin dan untungnya Ichsan minta kopi panas maka instruksi Kopi Dingin pun disampaikan dan betul yang keluar sesuai pesanan
Perjalanan dilanjutkan dan pemeberhentian berikutnya di Sidikalang, kira-kira butuh waktu dua jam sampai di tempat ini. Perjalanan ini cukup sejuk karena kita membelah pulau Sumatera yang tentunya juga membelah bukit barisan. Suasana jalan cukup baik dengan disana sini terlihat berkabut.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jama, berjalan di jalan yang sepi kami tiba di atas Tongging Resort. Resort ini memang baru di bangun yang konon didanai orang malaysia. Dari tempat ini bisa langsung melihat Resot tersebut, danau Toba serta Pulau Samosir. Mungkin pariwisata danau Toba akan bergeser kemari kelak.

Dari tempat ini langsung bablas ke Kabanjahe, Berastagi dan tak lupa makan Wajik disini dan terus ke Polonia. Yang menarik di Kabanjahe ada Wisata Iman sementara di Bandar Baru ada Wisata Sex dan dari Tuntungan ke Dr. Mansyur Medan banyak hotel Kecil yang menyediakan kamar khusus buat kencan kaum tua muda Medan
20 tahun yang lalu ketika saya bertugas di Medan, di Sembahe ada kamar yang disewakan buat kencan. Kamar ini belakangnya tebing gunung dan di design sedemikian rupa hingga sangat mepet dengan tebing.
Rupanya diantara diding dan tebing masih tersedia ruangan gelap yang disewakan untuk orang yang hobinya ngintip dari lubang angin kamar. Dengan cara ini pemilik kamar dapat dua sewa. Pertama yang kencan dan
kedua yang ngintip.
Ketika lewat bandar baru saya cerita sama anak Medan cara suplai wanita pakai motor, kalau cocok tinggal kalau tidak pulangkan ternyata si anak Medan terbahak…. masih begitu juga nya karang bang, alamak… 20 tahun kuy
Ada-ada aza…. ini medan bung
No comments yet »
Your comment
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>