Angan-angan koe
untuk negeriku yang sangat kucintaSinabang-Singkil-Medan-Jakarta (2)
Jam 17.45 hari sabtu kijang Inova itu baru muncul dari bandara. Cepat-cepat saya ambil tas saya dan bergegas menuju Ferry yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari losmen Barokah tempat kami bermalam. Loket sudah tutup karena 15 menit lagi KMP Semeulue akan diberangkatkan. Dari petugas, saya disarankan untuk naik saja, nanti bayar diatas
Tak lama menginjakkan kaki di Kapal suara klakson kapal menggema tanda kapal segera berangkat. jam 6 tepat kapal bergerak meninggalkan pelabuhan. banyak penumpang yang tadi jumpa di Bandara ikut dalam kapal ini. Beberapa menyewa kamar anak buah kapal. Ada kamar yang untuk satu, dua dan empat tempat tidur. sayangnya semua kamar sudah penuh, jadi saya ambil ruang VIP aja dengan jejeran kursi yang dapat direbahkan dan ber AC.

Cuaca masih cukup terang pada jam 6.00 sore. KMP Simeulue perlahan mulai meninggalkan teluk Sinabang yang tenang meski awan masih tebal menggantung dilangit.
Beberapa saat selepas teluk Sinabang laut masih terlihat tenang. Kami bisa menikmati matahari terbenam dengan indahnya dibarat sana.

Rekan saya Radityo berbincang dengan teman baru kami Emil Taher dan Ichsan yang penduduk Medan.
Sepanjang perjalanan laut sangat tenang, boleh dibilang tidak bergelombang sama sekali. Jam 2 pagi saya kembali naik ke gladak atas menikmati lampu-lampu nelayan yang sangat terang di sekitar kapal, sementara rekan saya tertidur pulas. Lampu nelayan ini memang luar biasa terangnya bahkan sampai berbayang diatas langit.
Mereka tidak lagi menggunakan lampu petromaks, namun menggunakan beberapa lampu sorot yang sangat terang benderang.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan jam 4 pagi, kapalpun melambat dan cederung berhenti. Memang dalam cuaca yang demikian baik kapal dapat lebih cepat sampai tujuan, tapi apa lacur pelabuhan belum ada orang jam segini. Jadi kapal sengaja menunggu terang dan akan merapat sekitar jam 7.00 pagi
Tidak seperti Sinabang yang airnya sangat jernih, pelabuhan Singkil airnya keruh seperti kebanyakan didaerah muara sungai.
No comments yet »
Your comment
HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


