Mungkin bagi yang terbiasa wisata ke Pulau, Pulau Belitung bisa jadi pilihan yang menarik. Bagi penduduk Jakarta, Pulau Seribu memang merupakan pilihan yang menarik, namun untuk mendapatkan keaslian alam dengan kejernihan lautannya, maka kita harus menempuh jarak sekitar 60 km dari Jakarta menuju P. Matahari, P. Kotok, P. Sepa atau P. Pantara yang dengan kapal cepat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam . Harga paket yang juga gak terlalu murah atau sekitar 1,8 juta untuk 2 hari 1 malam.
Maka untuk liburan lebaran kali ini saya putuskan untuk lebih ke utara lagi dari Jakarta dan itu sampai di P. Belitung. Pulau ini cukup besar dengan ukuran dari ujung ke ujung sekitar 90 km dan di sekitarnya banyak pulau-pulau kecil yang sangat indah seperti P. Lengkuas, P. Burung dan pulau-pulau lainnya.
Seminggu sebelum lebaran baru saya putuskan untuk berkunjung kepulau ini dengan membawa rombongan keluarga sebanyak 8 orang. Awalnya dengan yakin saya atur sendiri hotel dan penerbangan. Masalah baru timbul ketikla hotel dan penerbangan yang di pesankan sekretaris ternyata gak klop. Selidik punya selidik ternyata saya mengacu ke kalender tahun 2008. Kepanikanpun terjadi mengingat hampir semua hotel yang lumayan sudah terisi penuh.
Berhubung tiket sudah di issued, terpaksa saya hubungi pak Kusuma yang foto dan HP nya terpampang di www.belitungisland.com seorang tour organizer. Saya sampaikan saya sudah punya tiket tapi gak punya hotel, jadi tolong carikan Hotel, mobil dan boat untuk acara 4 hari 3 malam di Belitung. Akhirnya dengan bantuan pak Kusuma saya dapat malam pertama di hotel Billiton, Belitung, kemudian pindah ke Bukit Berahu kemudian pindah lagi ke Pondok Impian… ya beginilah kalau di musim lebaran pergi dadakan tanpa perencanaan yang matang
Penerbangan dari Soekarno-Hatta hanya perlu waktu 50 menit menuju Tanjung Pandan yakni ibu kota kabupaten Belitung Barat. Setiap harinya ada dua penerbangan dengan Boeing 737 yang dilayani oleh Sriwijaya Air dan Batavia Air. Setiba di Bandara kami telah di jemput orangnya pak Kusuma, pak Asep namanya. kami langsung chekin ke Billiton Hotel yang jaraknya sekitar 18 km dari bandara atau tepatnya di pusat kota Tanjungpandan. Hotelnya lumayan, hanya saja cuma ada 24 kamar, dan rombongan kami dapat 3 kamar… lumayanlah.
Acara selanjutnya cari makan dan pak Asep merekomendasikan ke RM Mutiara. Disinilah terasa enaknya pakai tour organizer, karena banyak tempat makan yang nyaris tanpa papan nama dan terletak bukan dijalan utama. Tempatnya hanya diketahuai oleh mereka yang sudah terbiasa makan di tempat tersebut. Coba dulu makanan khas Belitung yakni Gangan yakni kepala ikan ketarap yang sangat bergajih dimasak warna kuning dengan dicampur nanas. Setelah puas makan siang yang cukup lezat dan nunggu cukup lama berhubung hanya ada tiga orang yang melayani kami sementara yang lainnya masih mudik, maka perjalanan langsung menuju rumah adat, rumah tuang kuase dan pantai ke Tanjung Pendam.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan kami kembali ke hotel untuk bersiap cari makan malam. Ternyata belum banyak restoran yang buka di hari pasca lebaran ini. Dan yang bukapun sangat dipenuhi oleh pengunjung. Maka kami putuskan untuk mencicipi seafood kaki lima yang ternyata rasanya juga sangat sedap. Ditemani otak-otak khas Belitung yang legit, baso ikan yang gak ada amis-amisnya menambah sedap makan malam kami.
Hari kedua kami isi dengan perjalanan ke Manggar yakni ibukota Kabupaten Belitung Timur. Dikota Manggar inilah si Ikal (Laskar Pelangi) membeli kapur di warung si babah
Sebelum sampai Manggar kami sempat mampir di bendungan peninggalan jaman Belanda dan dilanjutkan ke replika SD Muhammadiyah Gantong dan dilanjutkan main ke pantai Burung Mandi yang berpasir sangat putih dan dihiasi kapal nelayan warna-warni yang parkir diatasnya. Setelah puas perjalanan dilanjutkan makan siang di A1.
Selesai makan, perjalanan dilanjutkan ke kelenteng Cina yang telah berumur sekitar 200 tahun. Tempatnya indah didaerah perbukitan dengan pemandangan laut dari atas kelenteng. Sebetulnya dari kelenteng ini sudah dekat dengan pantai yang konon juga indah, sayangnya menurut informasi sedang ada dangdut dan macet. Juga lihat dari banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong ke sana saya batalkan saja dan langsung menuju Tanjung Tinggi.
Di sini terdapat batuan Granit yang tersusun aneka rupa dengan besarnya kira-kira sebesar bangunan ruko tiga lantai. Ditempat ini juga digunakan untuk syuting film laskar pelangi. Banyak warung makan ikan bakar disekitar bebatuan ini sayangnya kami tak sempat mencicipi karena hari sudah sore dan kami harus chek in di Bukit Berahu.
Hari ketiga diisi dengan perjalanan menuju pulau-pulau cantik disekitar Tanjung Kelayang. Kami berangkat dari tanjung ini dan saya minta langsung menuju Pulau Lengkuas, agar masih cukup pagi untuk snorkeling anak-anak. Di pulau ini terdapat Mercu Suar yang cukup tinggi, terdiri dari 18 bordes dengan anak tangga sejumlah 306. Pengunjung bebas untuk naik keatas…. kalau kuat
Tidak terasa main di pulau-pulau ini memang bisa seharian, tapi kami harus segera kembali ke Tanjungpandan buat beli oleh-oleh.
Dari yang coba kami hitung perorang jatuh sekitar 2,25 juta untuk 4 hari tiga malam dan ke Pulau Seribu 1,8 juta untuk dua hari satu malam
Perlu dicoba keduanya yang jelas memang mengasyikkan