inicio mail me! sindicaci;ón

Angan-angan koe

untuk negeriku yang sangat kucinta

Kawasan Puncak

Meskipun jalan tol  Jakarta – Bandung telah tersambung, ternyata Puncak masih menjadi tempat tujuan wisata. Dulu memang jalur Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Bandung adalah jalur terdekat untuk mencapai Bandung dari Jakarta. Jalan sempit meliuk-liuk dikawasan perkebunan teh yang belum banyak ditumbuhi kios-kios seperti saat ini, masih sangat berbekas dalam pikiran saya.  Tapi itu dulu, tahun  70 an atau sekitar 40 tahun yang lalu :-)

Saat ini jalur puncak sudah sangat padat dan hunian juga seakan ingin mengalahkan tingginya perbukitan  didaerah Cikopo. Coba saja lihat foto berikut :

Perhatikan rumah besar dikejauhan sana. Entah siapa pemiliknya. Apakah ia orang terpelajar ? Atau penduduk asli yang yang sangat berhasil dibidang perkebunan ?  Siapapun pemiliknya nggak penting, yang penting adalah bagaimana seharusnya kita menjaga lingkungan kita  agar tampak tetap asri dan dapat memberikan kenyamanan bagi banyak orang.

Kepemilikan kolektif berupa vila yang disewakan untuk publik seharusnya dapat menguarangi keinginan pribadi yang sangat merusak tersebut. padahal belum tentu hunian tersebut didatangi sebulan sekali. Maka memang sebaiknya yang lebih diutamakan adalah pembangunan vila yang ditujukan untuk publik, dimana masyarakat bisa menyewa saja jika memerlukannya.

Misal seperti vila diatas yang bisa disewa untuk umum, dengan halaman luas dan jumlah kamar yang juga cukup banyak, seharusnya kawasan puncak tidak perlu dirambah menjadi hancur lebur yang mengakibatkan banjir kiriman bagi Jakarta :-( Cukup bayar sewa, kondisi kamar bersih, makanan minuman, kolam renang semua tertata rapi, toh tidak setiap hari kita liburan :-)

Memang ada keluarga-keluarga yang mungkin kurang nyaman berada didaerah publik misalnya koruptor etc, dan mereka inilah yang kemudian sangat ingin  privacy yang berlebihan dengan punya vila pribadi dengan pagar yang tinggi-tinggi dan seharusnya dilarang saja yang beginian, dibongkar dan dihutankan kembali demi anak cucu kita nantinya :-)

& Komentar »

  S. AMRIL wrote @ Juni 29th, 2009 at 11:45

Benar mas, tapi rasanya nggak cuma di Puncak, Jabar saja kasus2 ini terjadi.. juga banyak di kawasan lainnya. Termasuk dampak ekonomi, sosial budaya, dll. Tdk usah terlalu jauh nun di bgn Utara Bandung saja banyak bangunan gigantik yg tidak jelas fungsinya.
Sangat merusak lingkungan, baik bentang alamnya, nilai nilai2 budaya pertanian, penghidupan masyarakat setem-
pat maupun permukaan tanah tempat berdirinya bangunan.
Utk Bandung malah sangat mengganggu lokasi dan fungsi bangunan penelitian seperti Observatorium Boscha.
Begitulah adanya ….

  erly wrote @ Juni 30th, 2009 at 09:47

Pernah di bahas di majalah tempo, villa villa mewah milik jenderal-jenderal di puncak yang super mewah dan maha luas.

Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>