inicio mail me! sindicaci;ón

Angan-angan koe

untuk negeriku yang sangat kucinta

Archive for Mei, 2009

Ke Puncak

Jaman waktu masih kuliah dulu, jalur Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur-Padalarang-Bandung adalah jalur paling dekat. Oleh karenanya jalur ini dipenuhi kendaraan  Jakarta-Bandung baik itu kendaraan pribadi, suberban maupun Bis. Dan oleh karenanya pula sepanjang Cipanas banyak daerah pemberhentian untuk istirahat sejenak bagi bus dan supirnya.

Dengan dibangunnya jalan tol Cipularang, tadinya saya berpikir bahwa jalan ke Puncak pasti lenggang dan orang mungkin lebih memilih langsung ke Bandung sebagai tujuan wisata. Namun ternyata hal ini salah. Pada saat liburan seperti Sabtu dan Minggu jalan ke Puncak tetap sangat padat.

Hari Sabtu kemarin yang kebetulan hari liburan Waisak, saya ajak anak dan keponakan untuk jalan-jalan ke Taman Bunga Nusantara. Memang saya rencanakan berangkat jam 6 pagi dengan harapan jalan masih longgar, sayangnya dengan ini itu akhirnya baru bisa berangkat jam 7.30 pagi. Begitu sampai jalan tol saya perhatikan sudah puluhan bus pariwisata maupun bus dinas yang dipakai pariwisata menuju Puncak. Dan betu saja sesampai di Ciawi jalanan sudah sangat padat dan kendaraan berhenti mengular.

Maka saya langsung ambil jalur jalan desa yang sebenarnya banyak juga tukang ojek yang menawarkan untuk mengantar. Tapi saya yakin bahwa saya tahu jalan itu maka kendaraan langsung keluar di Ciawi arah Sukabumi, belok kiri arah Tapos tapi jangan naik ke Tapos, satu pertigaan lagi ada jalur alternatif seperti tampak dalam track BB sebagai berikut :

Alternatif ke Puncak, Jawa Barat

Widget powered by EveryTrail: GPS Geotagging

Jelas jalur ini sangat lancar meskipun kendaraan tidak dapat dipacu kencang, namun lumayanlah untuk menikmati indahnya tanah Pasundan. Dibeberapa tikungan ada polisi cepek yang siap menunjuk jalan dan jalan ini berakhir di satu jalan sebelum Taman Safari, atau sesudah pasar Cipayung. Lumayan masih bisa sarapan nasi Tim Jangkar di Cipanas :-)

Pendamping SBY

Pendamping SBY

Saya memang bukan politisi bahkan tidak berminat untuk ikut terjun dalam kancah politik. Pun demikian ternyata saya juga tak terlalu jauh dengan para politisi :-) Jadi kalau saya tuliskan disini ulasan masalah politik yang sedikit membingungkan banyak orang awam politik, tentunya saya tidak punya maksud apa-apa kecuali menganalisanya sepanjang yang saya rasakan dan ketahui.

Merapatnya PKS dan PAN kekubu Partai Demokrat memang mengejutkan, setidaknya mengejutkan bagi saya pribadi. Sebenarnya  dengan hilangnya Komunisme sebagai salah satu unsur NASAKOM  (Nasionalisme, Agama dan Komunis), maka di Indonesia tinggal ada dua unsur yakni NASA  (Nasionalis dan Agama). Pun demikian dalam perkembangannya hanya sedikit partai saja yang mencantumkan Agama sebagai ideologi. Meskipun ikatan berdasarkan Agama namun ideologi perjuangannya adalah nasionalisme seperti PKB misalnya.

Sebenarnya yang disebut Nasionalisme itu adalah : Perasaan kesukaran dan kesamaan nasib suatu komunitas manusia (imagined community) adalah cikal bakal lahirnya sebuah nation state (negara nasional), selain karena faktor ras, suku, keturunan dan bahasa. Perjuangan untuk persatuan nasional, kebebasan nasional dari campur tangan dunia luar, mewujudkan kemandirian, keaslian/keistimewaan, dan identitas nasional harus dilakukan demi martabat suatu bangsa.

Sedangkan yang Agama : Biasanya ideologi ini melintas batas negara. Prinsip dasarnya: bahwa teks-teks agama secara lateral, harus menjadi rujukan dalam mengkonstruksi kehidupan bernegara dan mengaktualisasi Ide-ide syariah dalam kehidupan bernegara, bentuk negara yang diinginkan adalah khilafah dan adanya dewan syariah.

diambil dari : http://bendiel.kotangawi.com/sejenak-mengkaji-ideologi-partai-politik/

Dari kedua ideologi NASA (Nasionalis-Agama) ini jelas bahwa keterpaduan keduanya menjadi agak sulit terealisasi. Terlebih latar belakang yang melingkupi misalnya PKS yang ‘pernah’ berkeinginan menghidupkan kembali Piagam Jakarta dan mengubahnya lagi menjadi piagam Madina atau PAN yang sebenarnya bukan berbasis Agama namun akhirnya ke Agama juga yang pernah berkeinginan membentuk negara Federal, yang bagi kelompok nasionalis yang cinta NKRI tentu sulit diterima.

Mengingat kali ini SBY yang maju sebagai Capres kedua kalinya, yang konon menurut survey dipasangkan dengan ’sandal jepit’ pun akan menang, namun bagi kelompok nasionalis akan sangat riskan jika SBY memilih wakil dari PKS atau PAN. Hal ini timbul dari rasa kekuatiran terhadap non basis nasionalis yang berlebihan yang sebenarnya sudah tidak perlu ada.

Karena rasa kuatir inilah maka timbul ‘Koalisi Besar’ yang diharapkan akan mampu melibas dominasi SBY atau setidaknya membungkam langkah-langkah non Nasionalis dengan membuat  kebijakkan di DPR.  Menyadari kondisi ini, sepertinya SBY tidak ingin ambil resiko, maka ia justru mengambil langkah mendekati PDI-P untuk berkoalisi dengan berbagai tawaran yang tentunya menarik bagi PDI-P. Dan pilihan Budiono sebagai Wakil Presiden juga memberikan rasa nyaman pada kelompok Nasionalis lainnya bahwa seandainya SBY menangpun kondisi masih tetap aman terkendali. Kontan saja banyak pihak meradang yang tadinya merasa sudah bisa mendekati PD. Dan kita sebagai orang awam politik hanya bisa menyaksikan langkah-langkah ajaib yang sebenarnya nggak juga ajaib karena pakemnya memang harus demikian :-)

Tagihan BB kok membangkak ?

Penasaran juga dengan tagihan HP yang mencapai 1,5 juta. Dimana letak kemahalannya ? Sementara biasa bayar tagihan hanya sekitar 400 ribu saja. Apakah hal ini berkaitan dengan HP Blackberry BOLD yang baru saya gunakan ? Apakah ini berkaitan dengan GPRS yang Brosernya jauh lebih baik dibanding HP Blackberry sebelumnya yang bertype 8100 ? Ataukah karena jalan ke Malaysia dan GPS saya hidupkan ?

Untuk mengatasi rasa penasaran itu, kemarin ke Bandung ngantar anak sekalian jalan-jalan, GPS saya hidupkan pulang pergi, Saya lihat tagihan tanggal 2 May 2009 20:45:21 yang nilainya Rp. 37.330,- Kemudian saya catat lagi 4 May 2009 09::46:14 yang nilainya Rp. 41.490,- Jadi meskipun GPS saya hidupkan Jakarta Bandung PP dan bisa dimonitor secara live oleh anak saya ternyata tagihan hanya bertambah Rp. 4.160,- Jadi dimana letak kemahaln bulan lalu ? Detail tagihan sementara belum saya terima jadi belum bisa dianalisa :-(


GPS tracking powered by InstaMapper.com


GPS tracking powered by InstaMapper.com

BB Sebagai GPS Tracking


GPS tracking powered by InstaMapper.com

Ternyata Blackberry juga bisa difungsikan sebagai GPS Tracking. caranya sangat mudah yakni dengan mendownload dari http://mobile.blackberry.com GPS Tracking. Setelah mendownload program kecil itu kemudian kita mendaftarkan HP kita ke http://instamapper.com

Dari http://instamapper.com kita akan memperoleh Device Key yang perlu kita masukkan ke HP kita dengan cara activekan GPS Tracker kemudian tekan menu dan tekan setting, maka masukkan nomer Device Key.

Perbedaanya dengan Holux, tracking ini dilakukan secara live artinya data langsung dikirim ke instan mapper sehingga bisa dilihat secara live dari internet kemana gerangan gerak-gerik kita jika GPS tracker diaktivkan :-)

Seperti yang terlihat dari peta diatas, maka akan berubah lagi jika lain hari anda buka blog ini dan saya sudah merecord perjalanan lain :-)