inicio mail me! sindicaci;ón

Angan-angan koe

untuk negeriku yang sangat kucinta

Archive for Februari, 2009

Photofunia

Photofunia

Teknologi atau ilmu terapan memang sudah berkembang dengan sangat pesat. Dengan adanya internet hal ini menjadi lebih cepat lagi setiap perkembangan teknologi hadir di hadapan kita. Salah satu rekayasa photographi yang dulu nggak terbayangkan, sekarang bisa hadir secara instant. Salah satu layanan ini terdapat pada program online di www.photofunia.com

Berbagai bentuk foto dapat kita pilih sesuka kita tanpa dipungut bayaran. Hal ini tentunya menarik jika kita kaitkan dengan Undang-undang Hak Cipta, Kekayaan Intelektual sementara kekuatan teknologi gratisan juga membanjiri kita :-)

Masih ingat dulu ketika kita berusaha menghias album dengan cara mengunting-gunting foto serta mendekornya dengan potongan gambar yang diambil dari majalah :-) Hal itu kelihatannya saat ini sudah dapat dilakukan oleh program komputer dengan sangat canggih :-) Tentu saja ini ide manual yang kemudian di komputerisasikan :-)

Daripada ngotori jalan-jalan dengan spanduk kampanye lebih baik bikin di komputer aja deh …

SLUMDOG MILLIONAIRE

Sudah lama juga nggak nonton film India. Dan saya pun tak menyadari bahwa Slumdog Millionaire adalah sebuah film India saat istri saya mengajak nonton film ini. Sebetulnya minggu lalu saya sudah mau nonton hanya saja kehabisan tiket, jadi baru malam minggu kemarin berkesempatan nonton.

Film ini meskipun hanya bertutur cerita tentang anak jalanan yang memenangkah “Who Wants To Be A Millionaire?” Namun latar belakang setiap jawaban berhasil dikemas dengan sangat cantik sehingga jauh dari rasa membosankan. Dan lagi joget India yang biasanya mewarnai film India serta kehadiran inspektur polisi pada akhir film juga nggak terlihat dalam film ini, maklumlah ini sebenarnya film Hollywood bukan Bollywood. Memang ada sedikit tarian seperti gambar diatas, tapi itu adalah perayaan bahwa film telah usai dan saya lihat banyak penonton yang masih betah menikmati tarian ini sampai layar benar-benar padam :-)

Jamal Malik is one question away from winning 20 million rupees. How did he do it ?

  • He cheated
  • He’s lucky
  • He’s a genius
  • It is destiny

Tidak salah memang jika film ini mendapatkan nominasi film terbaik, karena begitu kaya akan inspirasi dan menggambarkan pertumbuhan kota kumuh Bombay menjadi Mumbai yang modern sejalan dengan tingkah polah masyarakat yang termarjinalkan dan masing-masing berusaha menjadi dirinya sendiri-sendiri berdasarkan peluang sempit yang dimiliki masing-masing individu. Menarik sekali :-)

Berhenti Merokok

Sebetulnya waktu SMA dulu saya bukan perokok. Hanya saja ketika ayah mendapat parcel yang berisi antara lain dua slof rokok putih Benson & Hedges langsung saja diberikan pada saya. Dan sejak itulah menjadi perokok aktive :-)

Dalam satu hari saya bisa menghabiskan sekitar 3 sampai 4 bungkus rokok Gudang Garam Filter atau di Medan disebut GePe atau garpit yang isinya @ 12 batang. Rasanya memang nggak mungkin untuk menghentikan rokok. Kalau bepergian ke luar negeri sering saya bawa beberapa slof untuk bekal. Beberapa kali ditegur orang karena baunya yang menyengat, tapi ada juga yang mendekat dan meminta tergoda oleh aroma rokok keretek :-)

Banyak baju baru berlobang karena rokok keretek tersebut, tapi kebiasaan ini memang sulit dihilangkan jika kita masih merasa sehat. Seringkali nasehat dari kalangan keluarga saya jawab dengan canda saja bahwa “Bandeng di Sidoarjoo sengaja di asepin supaya awet, jadi kalau paru-paru diasepin juga akan awet.

Atau : “Jika seorang perokok terancam penyakit paru-paru sementara kalau nggak merokok terancam penyakit rupa-rupa termasuk paru-paru …. pilih mana ?”

Syukurlah dalam 6 bulan ini saya sudah menghentikan total merokok. Memang terkadang masih butuh bantuan obat frisium (sugesti saja) jika keinginan itu timbul, tapi akhirnya  sudah terbiasa nggak merokok dan kalau bau orang merokok terasa menyengat dihidung kita :-(

Konsekwensi dari tidak merokok ini adalah berat badan bertambah dengan cepat. Yang tadinya saya menggunakan celana ukuran 32 sekarang jadi 36 dan yang tadinya berberat badan 74 kg sekarang 83,9 kg. Kemarin ketika General Check up dan diukur berat badan dinasehati bahwa kelebihan 9 kg lemak yang harus dibakar, kontan saya jawab biasanya saya bakar dengan rokok tuh lemaknya :-)

Kamuflase ?

Kamuflase adalah suatu metode yang memungkinkan sebuah organisme atau benda yang biasanya mudah terlihat menjadi tersamar atau sulit dibedakan dari lingkungan sekitarnya. Contoh-contohnya adalah belang pada harimau, zebra, belalang, dan seragam tempur motif loreng pada tentara modern. Kamuflase memang suatu bentuk tipuan dan penyamaran.

Kata kamuflase dalam bahasa Indonesia dipinjam dari bahasa Belanda, yang pada gilirannya meminjam dari bahasa Perancis, ‘camoufler’ yang berarti ‘menyamarkan’. (wiki)

Ya memang seringkali kita jumpai banyak hewan yang berupaya kamuflase untuk mempertahankan kehidupannya. Dan ternyata tentara pun juga banyak yang kamuflase untuk menyamarkan keberadaanya. Biasanya benda bergerak menyamarkan dirinya dengan benda yang diam.

Kali ini ternyata ada juga benda diam yang justru mirip benda bergerak seperti kupu-kupu. Berikut adalah sebuah tanaman yang ada dihalaman rumah saya yang daunnya menyerupai kupu-kupu :-)




Kupu Kupu Malam – Titiek Puspa

 

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa setiap hari minggu pagi hingga jam 9.00 jalur cepat Sudirman dibebaskan dari kendaraan bermotor. Semua kendaraan dialihkan melalui jalur lambat. Kebijakkan ini mungkin ditujukan untuk memberikan istirahat terhadap beban yang harus dipikul tiap harinya, sebab kalau ditujukan untuk mengurangi polusi tentu itu nggak mungkin. Karena pada hakekatnya ini hanya mengalihkan saja kendaraan yang biasanya lewat jalur cepat, sekarang harus lewat jalur lambat.

Dari segi jumlah kendaraan tentu sama saja, dari jumlah waktu tempuh tentu lebih lama karena berdesak di jalur lambat jadi dari jumlah polusi tentu lebih banyak :-)

Tadi pagi saya ingin memanfaatkan jalur yang bebas ini untuk jalan kaki. Mobil bisa saya parkir di Bendungan Hilir. Kemudian nyebrang, maka sampailah kita di jalur yang mungkin layak buat jalan kaki ini :-) Tapi mungkin tujuan pemkot DKI bukan ini karena ada banyak kendala yang saya hadapi untuk melakukan hal yang sederhana ini.

Saat melintas di jembatan semanggi anak dan istri saya minta turun agar bisa jalan lebih jauh sementara saya cari parkir di Bendungan hilir. Sedang asyik cari parkir ternyata turun hujan, ini tentu tidak masalah bagi saya tapi tentu masalah bagi anak istri saya :-) Setelah hujan reda baru saya berusaha nyebrang jalur lambat yang ternyata sulitnya bukan main. Hal ini terjadi karena jalur lambat memang padat saat mereka yang harusnya melaju di jalur cepat harus berjalan di jalur lambat.  Setelah berhasil menyeberang  baru saya ke arah semanggi cari anak istri yang ternyata juga sudah pindah ke halte di jalur lambat karena hujan. Dan untuk kembali ke jalur cepat ternyata juga mengalami kesulitan.

Jadi rasanya memang perlu kita pertanyakan buat apa jalur cepat ini diistirahatkan, walau sebenarnya saya sendiri sangat ingin jika memungkinkan buat jalan kaki dengan nyaman dari bunderan Senayan samapai bunderan HI pulang pergi, tapi apa ya mungkin kalau sedikit harus nekat kok rasanya sangat berbahaya.