inicio mail me! sindicaci;ón

Angan-angan koe

untuk negeriku yang sangat kucinta

Archive for Agustus, 2008

Contoh Kecil Pemborosan

Perhatikan foto diatas, ini adalah pintu gerbang tol pluit. Pada kondisi ramai jalur ini dipenuhi kendaraan sehingga tiga lajur. Padahal pintu tolnya cuma untuk satu lajur saja khusus yang mau masuk tol dalam kota dari pluit. Antrian ini cukup panjang, menyebalkan dan cendrung menimbulkan masalah sesama pengemudi dan yang jelas boros BBM karena kebutuhan BBM kendaraan bukan hanya dihitung jarak tempuh tapi juga lamanya mesin dihidupkan :-) Avanza metalik yang terlihat itu menyerobot jalan, tidak sabar dalam antrian. Pada kondisi yang parah disamping avanza masih disi satu lajur mobil lagi. :-(

Seandainya mau sedikit saja menggunakan akal, maka menggeser Pintu tol yang tampak dikejauhan itu menjadi di posisi kijang B 668 TB tersebut, maka bisa diperoleh dua pintu atau lebih. Biar saja di bagian pintu itu menyempit ini tidak akan memberikan pengaruh terhadap antrian.

Hal-hal sederhana demikianlah yang jika dikumpulkan akan menghemat banyak sekali devisa yang pada hakekatnya merupakan kekayaan anak bangsa.

Seaharusnya lebih mengutamakan efisien dan kenyamanan pengguna jalan tol daripada menambah kerja sedikit saja petugas tol.

Cepatlah Pintar Anak Negriku

Cepatlah Pintar Anak Negriku

Ada persoalan mendasar bernegara yang benar-benar tidak dipahami oleh anak bangsa ini.  Berkali saya tuliskan ada yang eksternal seperti kebutuhan makan tubuh yang harus diperoleh dari luar tubuh dan ada yang internal seperti hormon, enzym dan sel-sel tubuh yang diproduksi secara internal oleh tubuh  jika negara kita ibaratkan seperti kesempurnaan tubuh manusia.

Asupan makanan dari luar adalah hal eksternal yang  harus selalu dijaga ketersediaannya dan dalam ekonomi modern ini tak lain adalah kemampuan si tubuh itu menghasilkan barang atau jasa yang dijual keluar dari tubuh (EKSPORT) dan di ekspresikan dalam bentuk uang untuk mendapatkan asupan makanan yang diperlukan tubuh yang tidak mungkin/belum diproduksi sendiri  (IMPORT).

Selain hal ini, ada lagi yang bersifat internal. Kemampuan sel-sel tubuh yang bergabung membentuk  jaringan tubuh, jaringan-jaringan tubuh yang membentuk organ-organ tubuh dan organ-organ tubuh yang bergabung membentuk tubuh itu sendiri diperlukan perpaduan atau suplai kebutuhan internal yang tepat agar tidak kekurangan atau kelebihan hormon, enzym, oksigen  yang semua ini di kontrol melalui otak dan syaraf-syarafnya.

Jika otak sudah mulai tidak sinkron, maka kekurangan atau kelebihan yang dibawa oleh darah yang dalam negara yang ini kita ibaratkan uang akan juga membawa hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh.

Sebagai contoh, seminggu yang lalu seluruh badan terutama didaerah punggung terasa pegal-pegal. Saya coba ke neurolog dan disarankan ke dokter jantung.  Disini disarankan untuk  treatmill yang ternyata hasilnya juga bagus.

Akhirnya saya kembali ke dokter biasa langganan saya dan di cek darah yang ternyata HDL Chlesterol 52 (normal), LDL Cholesterol 72 (normal) dan Trigliserit 404 (maks 150). Dengan terpaksa saya harus berhenti merokok Gudang Garam kesukaan saya yang sehari bisa 3 sampai 5 bungkus @12 batang secara total. Semua asbak di kantor dan dirumah saya buang. Dan pagi hari saya sempatkan jalan kaki serta diberi obat Lipanthyl (fenofibrate).

Dengan tidak sabar kemarin saya cek ulang darah saya dan hasilnya adalah HDL Cholesterol 196, LDL Cholesterol 102 dan trigliserid 182 …. sudah turun banyak dan badan sudah nggak pegel-pegel :-)

Jadi maksud saya dengan masukan makanan dari luar yang baik saja secara internal bisa salah urus dan bangsa ini justru masukan dari luar yang kelihatannya juga punya masalah yang luar biasa.  Seperti Eksport yang mencapai dua kali import, masalah royalti batubara dan yang terakhir Tangguh.

Secara internal kita menaikkan harga gas, harga bbm yang ini semua tidak menambah asupan makanan dari luar sementara asupan makanan dari luar tidak diurus malah ngurusi HUTANG.

Cepatlah pandai anak negeri koe

 

 

Minyak Ikan Hiu

Konon minyak ikan hiu banyak khasiatnya. Jelas minyak ikan hiu dapat digunakan untuk mengobati luka bakar. Berikut adalah foto rekan-rekan saya yang mencari ikan hiu dasar laut dalam (Lebih dari 700 m) hanya untuk diambil minyaknya saja.

Bagian yang tampak putih diatas jika dijemur atau dipanaskan akan menghasilkan minyak. Memang di laut kita yang indah ini bukan hanya ikan hiu ini saja yang tersedia, terkadang ikan marlin dalam ukuran besarpun didapat seperti tampak dalam album berikut  :-)

Memang dalam acara ini saya nggak ikutan sebab butuh waktu sekitar sepuluh harian buat melaut dilaut lepas` selatan meulaboh :-) dan sebenarnya bukan itu alasannya, meskipun nenek moyangku pelaut, tapi jelas saya akan mabok laut jika hanya numpang kapal kecil begini berhari-hari (foto diatas mulai tanggal 29/03/2008 s/d 09/04/2008). :-(
Jika anda butuh minyak HIU bisa kontak rekan saya , dijamin dapat minyak Hiu Murni :-)

 

 

Seberapa Buruk Negeriku ?

Indonesia tentu saja bukanlah suatu daerah yang buruk. Banyak orang sangat merindukan tanah air tercinta ini. Alamnya dilimpahi begitu banyak sinar matahari. Dan konturnya juga naik turun membuat variasi temperatur yang cukup nyaman untuk di tinggali.

Suatu pagi di hari minggu, kami ada acara ulang tahun perusahaan yang membawa seluruh karyawan dan keluarganya ke Taman safari. Rombongan terdiri dari 7 Bus besar dan beberapa memilih menggunakan kendaraan pribadi. Suasana di taman Safari tak ubahnya terminal bus. Begitu banyak perusahaan yang membawa anggota keluarga perusahaan ke sana. Sulit untuk dikatakan bahwa Indonesia adalah negara miskin.

Karena saya bawa kendaraan pribadi, maka saya pilih berangkat jan 6.20 dengan harapan jalan masih sepi. Jam 7.10 saya sudah sampai di Cimory. Ini kedai jualan susu murni dan makanan buat sarapan. Kami buat janjian dengan beberapa kawan agar jumpa dulu di titik ini. Ternyata pintu pagar masih tertutup, pun demikian beberapa mobil mewah dengan setia parkir menunggu pintu dibuka :-)

 

Demikianlah Indonesia, sebuah negara kaya dengan kekayaan yang belum merata. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan agar kesejahteraan menjadi milik setiap anak bangsa.

Jika Amerika ingin kita jadikan standar, bukanlah suatu hal yang sulit. Silahkan buka google earth dan klik gambar camera yang ada di google earth versi 4.3. Kita bisa lihat suasana Amerika yang mungkin nggak ada apa-apanya dibanding ke indahan Indonesia tercinta :-) Gambarnya bisa dilihat sekeliling camera dengan cara menggesernya.

Yang belum kita lakukan adalah secara aktif ikut dalam pergaulan internasional, berkontribusi memberikan pengetahuan yang cukup bagi mereka agar mengenal kita lebih baik dan tentu saja meningkatkan pendidikan setiap anak bangsa agar tahu apa yang harus dan apa yang jangan dilakukan:-)

Menggusur atau Menata ?

“Kalau tol Depok-Antasari (CMNP) masih maju mundur, gak yakin land cappingnya dibayar cepet oleh pemerintah..Pemerintah baru ada dana 4T dibagi untuk 27 ruas tol..itupun 3 tahun anggaran sp 2010..Siapa bilang investasi tol menarik ya?..cuman 3 ruas yang baru jalan (Bogor Ring Road, Cinere-Jagorawi, Kanci-Pejagan Cirebon)..  Kalau aja swasta dibolehin bebasin, dijamin pasti lebih cepet dan murah.. “

 

Melalui blog angan-angan koe ternyata seorang kawan lama yang tak perlu saya sebutkan namanya mengontak saya. Dan dari email singkatnya yang saya cuplikkan tulisannya diatas saya jadi berpikir. Kenapa pemerintah begitu nafsu membebaskan tanah dan tidak diserahkan saja pada swasta ? Seandainya diserahkan pada swasta apa kemungkinan yang terjadi ?

Dalam pikiran saya ada dua memang kemungkinan yang terbaik yang dapat dilakukan dalam merealisaasikan pembangunan infrastruktur.

Pertama pembangunan infrastruktur harus ditujukan untuk peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia, untuk itu pembangunannya bukan untuk menggusur namun untuk menatanya.

Dan yang kedua adalah sekaligus melengkapi dengan kelengkapan formal agar segala macam properti yang dimiliki masyarakat menjadi sesuatu yang legal dan memiliki kekuatan dan nilai dimata hukum.

Cara paling mudah sebenarnya dengan menyiapkan lahan-lahan yang digunakan untuk perumahan semacam apartemen di mulut pintu tol, dan mereka yang tergusur rumahnya yang digunakan untuk jalan tol di beri prioritas untuk menghuni apartemen ini. Upayakan penataan ini jauh lebih lengkap fasilitasnya dibanding dengan mukim sebelumnya yang segala infrastrukturnya serba terbatas.

Jika memang ini menjadi hunian yang menarik, maka dapat dikembangkan dan mereka yang sedikit dipinggiran jalan tol juga pindah ke seputaran mulut tol sementara daerah-daerah yang bebas bisa di jadikan hutan kota.

10.000 Views Angan-Angan Koe

Mudah-mudahan angan-angan koe juga menjadi angan-angan anda. Sebuah angan-angan menuju Indonesia yang sejahtera. Pun demikian kita tak akan pernah sampai pada kesejahteraan jika kita tidak paham apa itu kesejateraan di era yang modern ini. Didalam blog ini saya ingin menguraikan angan-angan saya menuju hal tersebut. Sebagian angan-angan memang sudah saya tuliskan di berbagai milis namun dengan adanya blog ini maka apa-apa yang tercecer dapat disatukan menjadi buah pikiran yang mungkin bermanfaat bagi koe (ku) atau koe (anda).

 Demikian posting awal saya tanggal 25 maret 2008, dan sekarang tanggal 21 Agustus 2008 tepat tanggal ulang tahun Ibunda yang terlahir tanggal 21 Agustus 1936 blog ini telah mencapai 10.000.00 kali kunjungan. Tentu ini jumlah yang sangat besar sekali dan jauh diluar dugaan saya sebelumnya.

dan ternyata bukan hanya itu, jika kita perhatikan dari mana angan-angan koe di akses, ternyata bahwa blog ini diakses hampir diseluruh penjuru dunia. Bukan main memang.

 

Kemarin dalam perjalanan makan siang ke Nusa Sari bersama Iwan MR lurah milis Sipil saya tanyakan pandangan dia dan komentarnya bahwa blog ini tidak tendensius dan merupakan potret saja terhadap realita kehidupan.

Memang, dengan perpaduan album dan tulisan, saya berharap bahwa kita bisa memotret dengan tepat setiap kejadian disekitar kita agar perbaikan-perbaikan kedepan yang merupakan angan-angan kita bersama memperoleh pijakkan yang tepat. Tidaklah terlalu sulit menuju kebaikan jika paham apa kebaikkan yang hendak kita tuju.

Sekali lagi, terima kasih pada para pengunjung dan kami tetap mengharap komentarnya agar semakin hari semakin dapat memenuhi selera para pengunjung, meskipun mustahil dapat memuaskan semua pihak, namun kami berupaya kearah itu. Mohon maaf jika ada sepatah dua patah kata yang kurang berkenan

Dialog Imaginer BK-JFK

Dialog Imaginer BK-JFK

 

 

Menanggapi renungan 17 agustusan saya, tiba-tiba JFK berusaha menemui BK. maka terjadilah arahan JFK sebagai berikut : 

Kemudian JFK datang ke Bung Karno. maaf bung, anda tidak bisa cuman berpatokan dengan angka eksport-import. Anda juga harus perhatikan Capital Account yang keluar masuk dimana akhirnya secara total lebih banyak dollar yang keluar dari pada yang masuk (Negatip Balance of Payment) karena yang membuat eksport anda besar adalah uangnya Uncle Sam maka Uncle Sam berhak menikmati profit untuk berleha-leha di tepian Danau Lake Tahoe di California sambil mengibas-ngibaskan greenback yang didapat dari Indonesia:). Selain itu juga you punya banyak hutang sehingga harus bayar interest ke negara2 pengutang yang membuat uang dari eksport lu habis dan nilai rupiah lu menggelepar-gelepar.

Kalau dilihat dari nilai eksport pun, nilai current account anda banyak berkurang karena you terlalu banyak pakai service dari luar negeri hingga lu punya deficit di balance on service. Lagi pula lu mau bayar expatriate berkali lipat dari gaji lokal. Apa nggak ada keluaran universitas lu yang bisa menggantikan para ekspatriate tersebut:).

Kemudian BK nyahut lagi sama JFK

BK : “Kami perlu Nation Building, kami perlu Character Building” agar masyarakat kami tahu benar memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sepenuhnya untuk kesejahteraan bangsa Indonesia”

JFK : Caranya ?

BK : Beberapa putra-putri terbaik kami mondok dan menuntut ilmu di negeri anda.

JFK : (sambil berbisik ditelinga BK) Anak-anakmu kami beri keleluasan kartu kredit sampai 50.000.000 rupiah, padahal gajinya cuma 10.000.000. Jadi maaf ya, kalau mereka cuma bisa belanja 5.000.000 saja perbulan yang 5.000.000 lagi buat bayaran cicilan minimum 10 %. jadi 5.000.000 lagi gaji anak-anak saya. Kasihan anak-anak saya nggak sekaya negeri mu yang apa-apa ada jadi anakku biar main di keuangan aja deh.

BK : Pandai kali anda menjajah kami, tanpa bisa kami lawan pakai bambu runcing :-(

JFK : Kami tidak menjajah, putra-putri anda yang menginginkannya.

BK pun termenung …… JFK benar anak-anakku telah menjadi MAFIA BERKELEY

Maka Irsal dan RM pun terbahak-bahak karena yang jadi JFK adalah  Irsal dan yang jadi BK adalah RM  yang keduanya adalah kuya :-)

Dasar KUYA

 

Maaf Bung, kami memang sontoloyo

Jika saya lihat grafik diatas, maka saya akan teringat lagi  pada tulisan Bung Karno tahun 1933. Ya tahun 1933 adalah 75 tahun yang lalu. Dan jika si Bung jumpa saya, maka ia akan bilang, Hai koe RM, bukankah kau bisa pakai komputer, koe bisa hitung itu berapa kita punya ekspor dan berapa kita punya impor.

Maka dengan excel akan saya hitung bahwa pada periode 97 hingga 2004 kita sudah ekspor 415.9 sementara kita impor 230,2. dan kalau ikut cara si Bung hitung saya juga akan jelaskan sudah ada penurunan dari yang bung hitung. Bukankah dulu 220 % dan sekarang cuma 181 %.

Ternyata si Bung masih belum puas pada jawaban saya, “Bukan itu RM, hanya dari periode itu you mustinya punya cadangan devisa 185,7 Milyar dolar. Berapa cadanganmu sekarang ?

Tergagap-gagap saya jawab 31,18 bung pada tahun 2005. Dengan hutang 137 Milyar dolar pada tahun 2004 dari 150,6 pada tahun  bererti kami sudah bayar 13,6 Milyar Bung…..

 Koe masih terjajah, 185,7 bisa bayar lunas koe punya utang … sontoloyo

Sekedar renungan 17 agustus 2008

 

 

 

Sekali Lagi, Kesejahteraan

Dengan sedikit olahan visual sebagai iklan tayangan berbagai partai dan calon Presiden Republik Indonesia seolah kesejahteraan begitu mudah dicapai. Beberapa figuran  malah protes karena ditayangkan secara ‘kurang adil’. Namun apa sebenarnya kesejahteraan ?

Kesejahteraan adalah kemampuan seluruh komponen bangsa untuk dapat memberikan  barang atau jasa sesuai dengan bakat, talenta, pendidikan dan pengalamannya  dan menggunakannya dengan seadil-adilnya. Dengan demikian maka akan diperoleh setiap barang dan jasa dalam sektor apapun yang terbaik. Yang terbaik kualitasnya, yang terbaik cita rasanya dan yang terbaik ini hanya dapat diperoleh bila orang-orang terbaik juga mengisi setiap sektor layanan barang dan jasa.

Kondisi diatas sebenarnya agak sulit kita peroleh di negeri tercinta ini. Hal ini tak lain akibat adanya suatu kesalahan pandang terhadap hakekat-hakekat kesejahteraan itu sendiri. Sejak bersekolah kita sudah dipetak-petak seolah hanya jurusan IPA yang terbaik. Setelah lulus SMA masuk perguruan tinggi sekali lagi, hanya siswa terbaik yang masuk teknik dan itu ITB tentunya.

Padahal dalam pergaulan hidup yang kita butuhkan adalah kesetimbangan semua sektor harus yang terbaik. Kita butuh sektor Hukum, Sektor Ekonomi, Sektor Politik, Sektor Agama, Sektor Budaya, sektor kesehatan etc  bahkan pembuat barang-barang konsumsi yang remeh seperti tahu tempe dsb nya juga harus yang terbaik dan ini sulit kita peroleh karena adanya pengkotakkan sejak awal.

Akibatnya dapat kita rasakan, banyak gagasan yang bisa kita cetuskan namun implementasinya akan sangat terkendala karena tidak meratanya pengetahuan disemua sektor.

 

Amerika Penghutang Terbesar ?

Cak Andri dalam beberapa hari ini mengangkat isu ini di berbagai milis penghutang terbesar. Saya tertarik untuk memberikan sedikit gambaran bagaimana ini terjadi dan juga bagaimana kita bisa menyikapinya dengan bijak.

Mari kita bayangkan ada dua keluarga yang satu keluarga biasa yang hanya mengandalkan gaji bulanan yang diperoleh dari hasil kerja dan yang satu lagi adalah keluarga konglomerat Aset kedua keluarga ini jika kita hitung pada saat ini si keluarga biasa punya nilai positif berupa properti senilai 2 milyar rupiah sedangkan si Konglomerat jika dihitung minus 100 milyar rupiah. Sebagian besar hutangnya masih belum bisa menghasilkan uang karena masih dalam tahap pembangunan. Pun demikian prospek yang diperoleh jika investasinya berhasil dipasarkan akan lunas dalam waktu 8 tahun.

Dua milyar positif milik si keluarga biasa itu dinikmati sendiri oleh keluarganya sedangkan hutang besar yang dibuat konglomerat bukan untuk dinikmati oleh pribadinya bahkan jarang kita jumpai si konglo hilir mudik di mal, dia justru hilang dari peredaran dan hanya muncul pada saat-saat seremonial saja. Seluruh penikmat hasil investasinya adalah keluarga-keluarga biasa yang asetnya positif sehingga ada sebagian uang yang bisa dibelanjakan secara tunai.

Jika keluarga biasa ini berhutang pada bank, maka hutang itu sepenuhnya ditujukan untuk meningkkatkan kebutuhan pribadinya berupa mobil baru, TV keluaran terbaru, dan furniture terbaru. Seluruh pinjamannya bukan ditujukan untuk melayani orang lain namun ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pribadinya yang ini sebenarnya tidak menambah penghasilan perbulannya namun justru menguranginya karena harus bayar cicilan hutangnya.

Dilain pihak konglo juga berupaya meningkatkan hutangnya, bukan untuk pemenuhan kebutuhan pribadinya namun untuk meningkatkan layanan bagi para pengguna fasilitas yang dia investasikan. Dengan cara ini, ia yakin bahwa investasi yang dilakukkan tidak akan lebih dari 8 tahun bahkan mungkin hanya 4 tahun sudah lunas.

Dari kedua kasus ini akan tampak bahwa bank akan lebih cenderung memberikan fasilitas pada si konglomerat dibandingkan pada si keluarga biasa. Keluarga biasa hanya mengandalkan gajinya untuk membayar atau melunasi hutangnya sementara si konglo memanfaatkan daya upaya orang lain melalui fasilitas yang dipersiapkan oleh si Konglo untuk membayar hutangnya.

Hal yang sama juga bisa kita tarik dalam hal bernegara. Indonesia banyak berhutang untuk pemenuhan infrastruktur dalam negerinya sementara negara lain memperbesar hutangnya untuk dapat melayani orang lain dengan sebaik-baiknya berupa fasilitas seperti Boeing versi terbaru atau Airbus 380 yang semua pembayaran hutang ini akan rata dibebankan pada para pengguna fasilitas yang negara maju investasikan :-)

 

 

New York, New York – New York, New York

Next entries »